Minggu, 07 Juli 2013

"love your babakan siliwangi" #1


       

                “SAVE BABAKAN SILIWANGI?” Banyak yang mengatakan hutan adalah penyanggah kehidupan dunia. Hutanlah yang dapat menjaga satwa dari kepunahan hingga dengan hutanlah kita dapat menghentikan global warming. Lalu pernahkah kita menyadari bagaimana hutan tersebut sangat berguna untuk kebaikan wilayahnya? Atau kita hanya membicarakan hal-hal yang saat ini mulai trend dengan “save babakan siliwangi” sebuah isyarat untuk tetap menjaga hutan kota di daerah utara kota Bandung. Apakah dengan itu anda sudah merasa menjaga hutan dengan baik? Pernahkah anda menginjak tanah dari hutan tersebut, merasakan sejuknya, hingga bermain di dalamnya?
----
Babakan Siliwangi atau yang lebih dikenal dengan baksil adalah sebuah hutan kota yang berada di daerah utara kota Bandung. Sebuah hutan kota yang hingga saat ini masih menjadi daerah luahan air(discharge) kota Bandung, dan sebagai suplai air untuk daerah di sekitarnya. Hingga kinipun Baksil yang memiliki luas hampir 4 ha tersebut sangat menjadi icon dan tempat wisatawan para turis internasional maupun domestik. Bagaimana tidak, tempat yang menjadi habitatnya satwa bercengkrama, dan pepohonan yang asri dalam sebuah ekologi yang terjaga sangat menarik perhatian orang lain. Pohon rindang, burung bersiul, dan angin yang perlahan meniupkan daun-daun adalah hal yang mungkin kita dapatkan saat kita berpergian menuju hutan kota tersebut. Hingga masyarakatpun dapat melihat banyaknya seniman-seniman yang berada di daerah babakan siliwangi
                   Anda yang mungkin terlahir di daerah kota, dan hingga kini enggan untuk memasuki dan menelusuri hutan mungkin akan merasa sungkan untuk bermain di dalam hutan tersebut. Terlihat menyeramkan adalah suatu hal yang pasti bila anda melihat segilintir hutan yang pada dasarnya penyatuan dari ribuan pohon dengan hal-hal disekitarnya. Padahal di balik itu banyak hal yang sangat besar dapat dirasakan oleh kita secara tidak langsung.
--
Babakan siliwangi sangat diperuntungkan menjadi jantungnya kota Bandung. Bayangkan saja, Babakan Siliwangi memiliki 1 mata air yang besar dan masih berfungsi serta disekitarnya sebagai tempat luahan air dengan penampungan hingga 2.000 L perdetik(recharge ke resapan) dan bayangkan bila hal tersebut tidak ada mungkin Bandung akan kebanjiran dengan lebih cepat. Bababakan siliwangipun dapat menyuplai oksigen untuk 15.600 jiwa. Renungkan jika semua fungsi tersebut dihilangkan, mungkin kejadian yang lebih buruk akan menimpa di kota ini. Dan seharusnya kita berbangga adanya hutan dalam kota yang sangat luas ini.

                   
Masihkah ada rasa untuk takut pada hal yang melindungi kita? Love your heritage, love your “babakan siliwangi” -continue

Rabu, 03 Juli 2013

Bandung, dan Heritage

      

                                              

           Bandung? Apa yang ada di benak anda saat telinga anda mendengar kata ‘Bandung’? Ya, kota kembang yang menjadi julukan untuk sebuah kota yang mungkin saat ini sangat berkembang maju dan mulai merintis perlahan menuju kota metropolitan. Bagaimana bisa sebuah kota yang sangat kental dengan sejarah-sejarahnya harus disandingkan menjadi sebuah kota metropolitan?

           Mungkin hal tersebut masih jauh untuk terjadi karena memang semuanya butuh proses, but, who knows? Kota yang saat ini anda pijak atau saat ini anda singgahi akan menjadi sebuah kota metropolitan, karena memang pesatnya perkembangan industri dan teknologilah yang merujuk kita untuk hidup di elemen global dengan menuntut pembangunan dimana-mana. Lalu bagaimana dengan bangunan bersejarah, adat, makanan, dan rerumputan hijau yang selalu menjadi kebanggaan citra Bandung untuk kedepannya?
           Ya, semua hal-hal diatas tentunya sangat sakral bila kita melewatkannya begitu saja. Apakah hal tersebut hanya akan menjadi cerita untuk cucu-cucu kita di masa tua? Apakah mungkin gambar dari hal-hal tersebut hanya menjadi warisan untuk mereka tanpa mereka melihat dengan visual? Ataupun permainan seperti congklak dan makanan seperti karedok hanya menjadi omong kosong belaka? Sulit untuk kita mengatakan ‘iya’
           Hanya saja yang terlupakan oleh kita adalah bagaimana caranya kita mencintai, menjaga, dan melerestarikan hal-hal tersebut. Karena memang sejarahlah yang telah memberikan keberlangsungan bentuk hidup kita saat ini, dan seharusnya kitalah yang menjaga mereka agar tidak terlupakan hingga kedepannya. Saat inipun masyarakat seakan buang muka dengan hal-hal tersebut, dan lebih mementingkan individualisme mereka saat ini, sedangkan pemerintah lebih mengurus keberlangsungan hidup 2juta orang lebih di kota Bandung. Lalu dengan begini, siapa yang akan menjaga warisan sejarah-sejarah kota Bandung atau yang dikenal dengan heritage ditengah penglehatan besarnya globalisasi yang masuk dalam kehidupan kita saat ini? Mungkin saya berikan pertanyaan ini dengan jawabannya adalah anda yang sedang membaca artikel ini. Jika bukan kita, siapa lagi?
            Dimulai dengan mengenalnya, dan diakhiri dengan menjaganya mungkin akan terlihat lebih baik dibandingkan hanya mengetahuinya. Siapa yang tahu kota yang disebut parijs van java ini sangat merindukan dirinya yang dahulu? Dari heritage seperti bangunan bersejarah, adat, makanan-makanan
hingga rerumputan hijau yang saat ini sangat membutuhkan kita semua. Lalu tunggu apa lagi? Mulailah untuk mengenalnya satu persatu dan saatnya generasi penerus seperti kita yang menjaga warisan hingga nantinya cucu-cucu di kota ini dapat tersenyum merasakan warisan kebanggaan kota ini.