Rabu, 03 Juli 2013

Bandung, dan Heritage

      

                                              

           Bandung? Apa yang ada di benak anda saat telinga anda mendengar kata ‘Bandung’? Ya, kota kembang yang menjadi julukan untuk sebuah kota yang mungkin saat ini sangat berkembang maju dan mulai merintis perlahan menuju kota metropolitan. Bagaimana bisa sebuah kota yang sangat kental dengan sejarah-sejarahnya harus disandingkan menjadi sebuah kota metropolitan?

           Mungkin hal tersebut masih jauh untuk terjadi karena memang semuanya butuh proses, but, who knows? Kota yang saat ini anda pijak atau saat ini anda singgahi akan menjadi sebuah kota metropolitan, karena memang pesatnya perkembangan industri dan teknologilah yang merujuk kita untuk hidup di elemen global dengan menuntut pembangunan dimana-mana. Lalu bagaimana dengan bangunan bersejarah, adat, makanan, dan rerumputan hijau yang selalu menjadi kebanggaan citra Bandung untuk kedepannya?
           Ya, semua hal-hal diatas tentunya sangat sakral bila kita melewatkannya begitu saja. Apakah hal tersebut hanya akan menjadi cerita untuk cucu-cucu kita di masa tua? Apakah mungkin gambar dari hal-hal tersebut hanya menjadi warisan untuk mereka tanpa mereka melihat dengan visual? Ataupun permainan seperti congklak dan makanan seperti karedok hanya menjadi omong kosong belaka? Sulit untuk kita mengatakan ‘iya’
           Hanya saja yang terlupakan oleh kita adalah bagaimana caranya kita mencintai, menjaga, dan melerestarikan hal-hal tersebut. Karena memang sejarahlah yang telah memberikan keberlangsungan bentuk hidup kita saat ini, dan seharusnya kitalah yang menjaga mereka agar tidak terlupakan hingga kedepannya. Saat inipun masyarakat seakan buang muka dengan hal-hal tersebut, dan lebih mementingkan individualisme mereka saat ini, sedangkan pemerintah lebih mengurus keberlangsungan hidup 2juta orang lebih di kota Bandung. Lalu dengan begini, siapa yang akan menjaga warisan sejarah-sejarah kota Bandung atau yang dikenal dengan heritage ditengah penglehatan besarnya globalisasi yang masuk dalam kehidupan kita saat ini? Mungkin saya berikan pertanyaan ini dengan jawabannya adalah anda yang sedang membaca artikel ini. Jika bukan kita, siapa lagi?
            Dimulai dengan mengenalnya, dan diakhiri dengan menjaganya mungkin akan terlihat lebih baik dibandingkan hanya mengetahuinya. Siapa yang tahu kota yang disebut parijs van java ini sangat merindukan dirinya yang dahulu? Dari heritage seperti bangunan bersejarah, adat, makanan-makanan
hingga rerumputan hijau yang saat ini sangat membutuhkan kita semua. Lalu tunggu apa lagi? Mulailah untuk mengenalnya satu persatu dan saatnya generasi penerus seperti kita yang menjaga warisan hingga nantinya cucu-cucu di kota ini dapat tersenyum merasakan warisan kebanggaan kota ini.

                                                                                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar