Bandung? Apa yang ada di benak
anda saat telinga anda mendengar kata ‘Bandung’? Ya, kota kembang yang menjadi julukan untuk sebuah kota yang mungkin
saat ini sangat berkembang maju dan mulai merintis perlahan menuju kota
metropolitan. Bagaimana bisa sebuah kota yang sangat kental dengan
sejarah-sejarahnya harus disandingkan menjadi sebuah kota metropolitan?
Mungkin hal tersebut masih jauh untuk terjadi karena memang semuanya butuh proses, but, who knows? Kota yang saat ini anda pijak atau saat ini anda singgahi akan menjadi sebuah kota metropolitan, karena memang pesatnya perkembangan industri dan teknologilah yang merujuk kita untuk hidup di elemen global dengan menuntut pembangunan dimana-mana. Lalu bagaimana dengan bangunan bersejarah, adat, makanan, dan rerumputan hijau yang selalu menjadi kebanggaan citra Bandung untuk kedepannya?
Mungkin hal tersebut masih jauh untuk terjadi karena memang semuanya butuh proses, but, who knows? Kota yang saat ini anda pijak atau saat ini anda singgahi akan menjadi sebuah kota metropolitan, karena memang pesatnya perkembangan industri dan teknologilah yang merujuk kita untuk hidup di elemen global dengan menuntut pembangunan dimana-mana. Lalu bagaimana dengan bangunan bersejarah, adat, makanan, dan rerumputan hijau yang selalu menjadi kebanggaan citra Bandung untuk kedepannya?
Ya,
semua hal-hal diatas tentunya sangat sakral bila kita melewatkannya begitu
saja. Apakah hal tersebut hanya akan menjadi cerita untuk cucu-cucu kita di
masa tua? Apakah mungkin gambar dari hal-hal tersebut hanya menjadi warisan
untuk mereka tanpa mereka melihat dengan visual? Ataupun permainan seperti
congklak dan makanan seperti karedok hanya menjadi omong kosong belaka? Sulit
untuk kita mengatakan ‘iya’.
Hanya
saja yang terlupakan oleh kita adalah bagaimana
caranya kita mencintai, menjaga, dan melerestarikan hal-hal tersebut.
Karena memang sejarahlah yang telah memberikan keberlangsungan bentuk hidup
kita saat ini, dan seharusnya kitalah yang menjaga mereka agar tidak terlupakan
hingga kedepannya. Saat inipun masyarakat seakan buang muka dengan hal-hal
tersebut, dan lebih mementingkan individualisme mereka saat ini, sedangkan
pemerintah lebih mengurus keberlangsungan hidup 2juta orang lebih di kota
Bandung. Lalu dengan begini, siapa yang akan menjaga warisan sejarah-sejarah
kota Bandung atau yang dikenal dengan heritage
ditengah penglehatan besarnya globalisasi yang masuk dalam kehidupan kita saat
ini? Mungkin saya berikan pertanyaan ini dengan jawabannya adalah anda yang sedang membaca artikel ini. Jika
bukan kita, siapa lagi?
Dimulai
dengan mengenalnya, dan diakhiri dengan menjaganya mungkin akan terlihat lebih
baik dibandingkan hanya mengetahuinya. Siapa yang tahu kota yang disebut parijs
van java ini sangat merindukan dirinya yang dahulu? Dari heritage seperti bangunan bersejarah, adat, makanan-makanan
hingga rerumputan hijau yang saat ini sangat
membutuhkan kita semua. Lalu tunggu apa lagi? Mulailah untuk mengenalnya satu
persatu dan saatnya generasi penerus seperti kita yang menjaga warisan hingga
nantinya cucu-cucu di kota ini dapat tersenyum merasakan warisan kebanggaan
kota ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar