“SAVE
BABAKAN SILIWANGI?” Banyak yang mengatakan hutan adalah penyanggah kehidupan
dunia. Hutanlah yang dapat menjaga satwa dari kepunahan hingga dengan hutanlah
kita dapat menghentikan global warming. Lalu pernahkah kita menyadari bagaimana
hutan tersebut sangat berguna untuk kebaikan wilayahnya? Atau kita hanya
membicarakan hal-hal yang saat ini mulai trend dengan “save babakan siliwangi”
sebuah isyarat untuk tetap menjaga hutan kota di daerah utara kota Bandung.
Apakah dengan itu anda sudah merasa menjaga hutan dengan baik? Pernahkah anda
menginjak tanah dari hutan tersebut, merasakan sejuknya, hingga bermain di
dalamnya?
----
Babakan Siliwangi atau yang lebih
dikenal dengan baksil adalah sebuah hutan kota yang berada di daerah utara kota
Bandung. Sebuah hutan kota yang hingga saat ini masih menjadi daerah luahan air(discharge)
kota Bandung, dan sebagai suplai air untuk daerah di sekitarnya. Hingga kinipun
Baksil yang memiliki luas hampir 4 ha tersebut sangat menjadi icon dan tempat wisatawan para turis
internasional maupun domestik. Bagaimana tidak, tempat yang menjadi habitatnya
satwa bercengkrama, dan pepohonan yang asri dalam sebuah ekologi yang terjaga
sangat menarik perhatian orang lain. Pohon rindang, burung bersiul, dan angin
yang perlahan meniupkan daun-daun adalah hal yang mungkin kita dapatkan saat
kita berpergian menuju hutan kota tersebut. Hingga masyarakatpun dapat melihat
banyaknya seniman-seniman yang berada di daerah babakan siliwangi
Anda yang mungkin terlahir di daerah kota,
dan hingga kini enggan untuk memasuki dan menelusuri hutan mungkin akan merasa
sungkan untuk bermain di dalam hutan tersebut. Terlihat menyeramkan adalah
suatu hal yang pasti bila anda melihat segilintir hutan yang pada dasarnya
penyatuan dari ribuan pohon dengan hal-hal disekitarnya. Padahal di balik itu
banyak hal yang sangat besar dapat dirasakan oleh kita secara tidak langsung.
--
Babakan siliwangi sangat
diperuntungkan menjadi jantungnya kota Bandung. Bayangkan saja, Babakan
Siliwangi memiliki 1 mata air yang besar dan masih berfungsi serta disekitarnya
sebagai tempat luahan air dengan penampungan hingga 2.000 L perdetik(recharge
ke resapan) dan bayangkan bila hal tersebut tidak ada mungkin Bandung akan
kebanjiran dengan lebih cepat. Bababakan siliwangipun dapat menyuplai oksigen
untuk 15.600 jiwa. Renungkan jika semua fungsi tersebut dihilangkan, mungkin
kejadian yang lebih buruk akan menimpa di kota ini. Dan seharusnya kita
berbangga adanya hutan dalam kota yang sangat luas ini.

